SELAMAT DATANG DI HALAMAN PARIWISATA PERIKANAN

Nuansa alam dan keindahan yang memadai untuk dijadikan pengembangan pelatihan dan pendidikan sekaligus taman wisat perikanan

KAMI MEMBERIKAN KEISTIMEWAAN PADA LINGKUNGAN PERIKANAN DALAM PENDIDIKAN DAN HARMONISASI HIDUP

"Air merupakan potensi besar dalam kehidupan"

Keindahan Alami

Nuansa pedesaan yang disertai lingkungan yang nyaman dalam berekreasi menjadikan kesegaran dalam melakukan perjalanan sambil melakukan penelitian dibidang perikanan

Momentum Untuk Pendidikan dan Pariwisata

Berbicara tentang wisata, kadang persepsi khalayak akan terfokus kepada obyek yang hanya bisa diamati. Sebutlah kawasan pantai, atau danau dan sebagainya. Sebetulnya, ada suatu konsep wisata yang bisa saling berinteraksi, dimana wisatawan bisa belajar sekaligus melakukan kegiatan yang dilakukan masyarakat yang menjalankan aktivitas di kawasan wisata tersebut.

Tamasya Sekaligus Belajar

suatu kawasan wisata, harus memiliki roadmap yang jelas. “Wisatanya seperti apa, relasi dengan wisata lain seperti apa saja. Jika misalkan konsep wisata bahari, bisa dipaketkan tidak hanya dengan wisata selam atau snorkeling, tapi bisa koneksikan dengan wisata di daratannya,”

 

 

6985

Days in Business

3876

Cups of Coffee

1009

Completed Projects

2750

Happy Customers

Berbicara tentang wisata, kadang persepsi khalayak akan terfokus kepada obyek yang hanya bisa diamati. Sebutlah kawasan pantai, atau danau dan sebagainya. Sebetulnya, ada suatu konsep wisata yang bisa saling berinteraksi, dimana wisatawan bisa belajar sekaligus melakukan kegiatan yang dilakukan masyarakat yang menjalankan aktivitas di kawasan wisata tersebut.

Riyanto Basuki, Kepala Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan tentang konsep wisata. Dia memberikan contoh suatu kawasan wisata, harus memiliki roadmap yang jelas. “Wisatanya seperti apa, relasi dengan wisata lain seperti apa saja. Jika misalkan konsep wisata bahari, bisa dipaketkan tidak hanya dengan wisata selam atau snorkeling, tapi bisa koneksikan dengan wisata di daratannya,” terang Riyanto.

Dia pun memberi contoh untuk pengembangan kawasan wisata di daratan, yang sudah ada itu wisata Candi Borobudur yang dikoneksikan ke Candi Prambanan, tapi juga bisa dikoneksikan dengan wisata pantai, yakni Pantai Parangtritis di sekitar Jawa Tengah dan Jogjakarta. “Karena bicara wisata itu berarti bicara wisata paket. Kalau kita batasi misalnya wisata danau saja, atau wisata bahari saja, itu akan remote,” ungkapnya.

Tapi jika bisa kembangkan lebih luas, contoh wisata danau bisa dikembangkan dan dikoneksikan dengan obyek wisata lain yang ada di daerah tersebut. “Bisa kita koneksikan dengan wisata sejarahnya, wisata adatnya, hingga budaya masyarakatnya,” terang Riyanto.

Desa Wisata Perikanan

Dan tidak hanya itu saja, konsep wisata paket ini coba dikembangkan dalam satu kawasan yang dinamakan desa wisata. Dimana dalam satu desa yang masyarakatnya melakukan kegiatan produksi perikanan, dikembangkan secara terintegrasi agar dapat menjadi suatu obyek wisata yang menarik bagi wisatawan.

Sebutlah, desa wisata ini dikembangkan melalui kelompok usaha perikanan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Teratai FIshfaram di Kutasirna, Desa Kutasirna, KecamatanCisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ketua P2MKP Teratai Fishfar, Ahmad Rifa'i menyebut desa wisata mina ini merupakan wisata dengan cikal bakal ikan.

Dimana eksistensi dan konsistensi usaha dari kelompok pembudidaya ini menerapkan suatu integrasi dengan landasan perikanan. “Yakni berupa integrasi dari pendidikan, penyuluhan, pelatihan, dan wisata. Itu terintegrasi antara perikanan dengan peternakan dan pertanian,” ujarnya.

Integrasi ini setidaknya dikembangkan sejak 10 tahun terakhir dengan sokongan berbagai pihak. Mulai dari akademisi, birokrasi, penyuluh, hingga kelompok dan masyarakat sendiri.

Dan inovasi baru berupa integrasi dengan wisata dikembangkan sejak 4 tahun lalu. Pengembangan dengan wisata, Ahmad menuturkan, berupa pendirian Desa Wisata Mina di desanya, yakni kawasan Dusun CIdadap, Kutasirna, Cisaat, Sukabumi yang bekerjasama melalui dukungan berbagai pihak.

Penerapannya, yakni dengan memadukan kegiatan seperti pendidikan, pelatihan, dengan wisata. Ahmad memisalkan, wisata mina ini bisa menjadi acuan oleh para pengunjung. “Ada yang belajar ke sini untuk belajar tentang teknis produksi hingga pengolahan dan pemasaran. Kemudian kami kembangkan dengan wisata kuliner dan hiburan, dimana mereka yang belajar kan butuh. Ada hamparan kolam yang bisa menjadi wisata visual, juga ada ketersediaan listrik untuk memenuhi kegiatan para pengunjung,” terangnya.

Belum lagi tentang pengolahan dan pemasaran yang diterapkan di kawasan ini. Dia memisalkan, terdapat benih yang tidak layak jual, masih bisa diolah menjadi crispy.“Dan penjualannya bisa dimanfaatkan oleh pengunjung di sini. Wisatawan yang mengunjungi desa, atau yang magang, studi banding maupun pelatihan, kan kadang mau oleh-oleh. Bahan bakunya sudah tersedia di sini dan ketika pulang mereka bisa membawa oleh-oleh kuliner perikanan dari sini,” ujarnya.